Kamis, 05 Agustus 2010

To Be Blessed!!!!...

Postingan ini agak telat terbitnya. Tapi saya yakin gak pernah telat untuk memberkati anda dan saya.
Khotbah ini sangat memberkati saya. Rahasia yang dibukakan sangat besar, tapi sebenarnya sangat sederhana. Bila kita melakukannya dalam hidup kita, impact yang bisa kita dapatkan sangat lebih...lebih...lebih... dari besar....!!!! Jbu all...

KEHIDUPAN OBED EDOM

Ada rahasia besar di balik kehidupan Obed-Edom. Alkitab mengatakan bahwa hanya dalam kurun waktu tiga bulan sejak Tabut Allah berada di rumahnya, Obed Edom diberkati Allah luar biasa.
Sebelum berada di rumah Obed Edom, Tabut Allah pernah berada di rumah Abinadab selama 20 tahun (1 Samuel 7 : 1-2), namun Alkitab tidak mencatat bahwa Tuhan memberkati Abinadab.

Mengapa Allah memberkati Obed Edom secara luar biasa?

1. Menghormati Allah.
Obed Edom belajar dari Daud. Daud menyadari bahwa dalam kepemerintahan Saul, Tabut Allah tidak diindahkan sehingga berkat Allah tertutup (1 Taw 13 : 3). Kemenangan demi kemenangan diperoleh Daud ketika ia menghormati Allah.
Jadilah orang yang menghargai dan menghormati Tuhan. Karena berkat Tuhan turun ketika kita menghormatiNya. Berkat juga tidak ditentukan oleh berapa lama kita menjadi orang Kristen. Karena banyak orang Kristen yang hidup biasa-biasa tanpa menghormati Tuhan sehingga berkat dan mujizat Tuhan seolah-olah tertutup.

2. Lapang Hati (2 Samuel 6 :12).
Daud diberi tahu bahwa Allah sangat memberkati Obed Edom ketika Tabut Allah berada di rumahnya. Ketika Daud berkeinginan untuk memindahkan Tabut Allah dari rumahnya, Obed Edom tidak mempertahankan Tabut Allah sebagai haknya penuh walau ia diberkati secara luar biasa.
Kasusnya kira2 seperti ini. Anda diberikan suatu usaha restoran yang terlilit utang banyak dan hampir bangkrut. Anda pun menerimanya tanpa ada perjanjian atau ikatan apapun dan semua utang restoran tersebut otomatis menjadi tanggungan anda. Tapi karena kegigihan dan ketekunan anda, ternyata di bawah pengelolaan anda, restoran tersebut menjadi terkenal dan berkembang. Tiba2 pemiliknya yang lama datang dan meminta anda untuk mengembalikan restoran tersebut kepada anda. Kalo mau jujur secara manusiawi, kita pasti akan merasa sangat jengkel dan marah bila kita berada di posisi tersebut. Bahkan mungkin kita akan tetap berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankan restoran tersebut.
Seperti itulah posisi yang dialami Obed Edom. Dia tahu bahwa Uza disambar murka Allah karena menyentuh Tabut Allah tersebut walaupun maksud Uza sebenarnya untuk menjaga Tabut Allah tersebut agar tidak jatuh, namun dia tetap menerima Tabut Allah tersebut dipindahkan kerumahnya walau diapun beresiko mengalami hal yang sama seperti yang dialami Uza, dan dia benar2 menjaga dan menghormati Tabut Allah tersebut.
Apabila Obed Edom tidak mempunyai hati yang lapang, maka dia akan pahit hati sehingga melakukan apa yang salah dan tidak mendatangkan kasih karunia.

3. Lapar Dan Haus Akan Firman Tuhan (1 Taw 15 : 25)
Ketika tabut Allah dibawa ke kota Daud, Obed Edom tidak mau ketinggalan. Dia terus mengikuti pergerakan Tabut Allah kemanapun Tabut itu pergi. Tertulis dalam Matius 5 : 6, "Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, maka mereka akan dipuaskan".

4. Rendah Hati (1 Taw 16 : 5)
Obed Edom diberi kepercayaan Daud untuk menjaga pintu. Walau hanya tugas kecil, tapi Obed Edom melakukan tugasnya dengan sepenuh hati sehingga Daud melihat kesungguhan hatinya dan memberikannya kepercayaan yang lebih besar lagi. Ia tidak meremehkan tugas yang diberikan Daud walau ia mempunyai pengalaman memuji dan menyembah Tuhan langsung ketika Tabut Allah berada di dalam rumahnya. Ia melakukan tugas kecil yang dipercayakan kepadanya dengan rendah hati.
Alkitab mengatakan bahwa siapa yang setia dalam perkara kecil, akan diberi kepercayaan untuk melakukan perkara yang lebih besar lagi. Setialah dalam setiap perkara walaupun hal-hal yang kecil. Karena Tuhan bisa memberkati kita lewat hal itu.

5. Menurunkan Berkat Kepada Anak-Anaknya (1 Taw 26 : 6,8)
Anak-anak Obed Edom tercatat dalam sejarah menjadi orang-orang yang sukses seperti ayahnya. Hal ini dikarenakan Obed Edom menjadi orang tua yang menjadi teladan bagi anak-anaknya. Sehingga mereka meniru ayahnya dan berhasil menjadi orang yang sukses di masa itu.


Marilah kita belajar menghormati dan menghargai Tuhan. Sehingga tidak hanya mujizat dan penyertaanNya yang turun atas kita, tapi juga berkat2Nya sampai kepada anak cucu kita.
Amin



Sumber : Ringkasan Khotbah GBI ROCK Center, 25 Juli 2010
Pdt. Obaja Tanto Setiawan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

just an ordinary person with limited power n ability ...but with my GOD...JESUS, i'll be an extraordinary....'coz He is The 'Unlimited GOD !!!!.... for Thy is the kingdom...n the power...n the glory.... Forever n ever.... Amen!!!!!

Cari Blog Ini