Tuhan adalah Bapa kita yang menjadi Sumber utama dari kehidupan kita. Jika bapa kita di bumi memiliki pengaruh yang sangat kuat bagi hidup anak-anaknya, demikian juga begitu pentingnya hubungan kita dengan Bapa di surga. Sebab ketika kita memiliki persekutuan yang intim dengan Bapa di surga, maka kita akan mengerti identitas kita secara benar, sehingga hidup kita sungguh-sungguh memiliki tujuan dan dapt menjadi maksimal, dan meninggalkan warisan yang bernilai bagi keluarga, masyarakat dan bangsa.
Waktu Bapa mengutus Yesus ke dalm dunia ini untuk mencari dan menyelamatkan mereka yang hilang, artinya Yesus sepenuhnya sedang melakukan misi Bapa-Nya, hingga sampai mati. Firman Tuhan mengatakan bahwa Yesus telah menjadi seperti Anak Domba yang disembelih. Karena ketaatan-Nya kepada Bapa, Yesus dibangkitkan dari kematian, sehingga Dia bukan lagi menjadi Anak Tunggal Bapa, melainkan Yang Sulung dari banyak saudara, yaitu anda dan saya. Pernyataan ini adalah berita Injil yang mengatakan, jikalau kita percaya dalam hati dan mengaku dengan mulut bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, maka kita akan menjadi anak-anak Allah yang mengalami kelahiran baru dari air dan Roh. Sehingga kita mendapat identitas yang baru dan memiliki hidup yang kekal.
Ia diutus untuk menebus mereka, yang takut kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru : "ya Abba, ya Bapa!" Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah. (Gal. 5:5-7)
Hari ini kita belajar dari kitab Galatia 4:5-7, supaya kita mengerti dengan jelas identitas kita di hadapan Bapa, dan bagaimana kita dapat memiliki hidup yang berkemenangan. Tujuan penebusan Kristus adalah; kita diangkat oleh Allah menjadi anak laki-laki dan perempuan milikNya. Bukan hanya sekedar supaya kita masuk surga, tetapi supaya kita menjadi serupa dengan Kristus. Inilah tujuan mengapa kita diciptakan oleh Tuhan.
Dikatakan di ayat 6-7, bahwa di dalam kita berdiam Roh Tuhan, Pencipta alam semesta ada di dalam kita, dan Dia telah menjadikan kita anak-anakNya. Hal itu berarti kita berhak menerima warisan, yaitu berkat Abraham menjadi berkat kita sekarang. Setiap orang yang menyerap hal ini maka hidupnya psti berubah, dan mampu keluar dari segala pergumulan dosa dan kelemahannya. Tetapi jika kita tidak mengerti identitas kita yang baru di dalam Kristus, maka kita akan menjadi orang Kristen yang lemah dan selalu dikalahkan.
Hati Bapa begitu rindu kepada kita, bahkan ketika kita masih tersesat di tengah dunia ini. Tuhan selalu memanggil dan membuka tanganNya untuk menyambut kita dan ketika kita menyambut tanganNya maka kita sekarang dapat memanggilNya "Ya Abba, ya Bapa".
"Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya. Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan. Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambarNya, dalam kemuliaan yang semakin besar" (2 Kor.3:16-18)
Penting sekali untuk kita melihat Tuhan dengan pengertian yang baru. Yaitu bahwa rohNya berada di dalam kita, sehingga kita menjadai serupa dengan Yesus dalam cara kita berpikir dan melihat dan merasakan.
Bagaimana itu bisa terjadi? Dengan membangun hubungan yang intim dengan Dia, datang kepadaNya bukan lagi sebagai hamba yang takut dan tidak percaya akan kebaikan Tuhan, tetapi sebagai anak yang dapat memandang wajah Bapa. Ketika kita memandang wajah Bapa maka kita akan mengerti betapa baiknya Dia, sehingga hubungan ini akan mengubah identitas kita menjadi serupa dengan Kristus. Amin.
Waktu Bapa mengutus Yesus ke dalm dunia ini untuk mencari dan menyelamatkan mereka yang hilang, artinya Yesus sepenuhnya sedang melakukan misi Bapa-Nya, hingga sampai mati. Firman Tuhan mengatakan bahwa Yesus telah menjadi seperti Anak Domba yang disembelih. Karena ketaatan-Nya kepada Bapa, Yesus dibangkitkan dari kematian, sehingga Dia bukan lagi menjadi Anak Tunggal Bapa, melainkan Yang Sulung dari banyak saudara, yaitu anda dan saya. Pernyataan ini adalah berita Injil yang mengatakan, jikalau kita percaya dalam hati dan mengaku dengan mulut bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, maka kita akan menjadi anak-anak Allah yang mengalami kelahiran baru dari air dan Roh. Sehingga kita mendapat identitas yang baru dan memiliki hidup yang kekal.
Ia diutus untuk menebus mereka, yang takut kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru : "ya Abba, ya Bapa!" Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah. (Gal. 5:5-7)
Hari ini kita belajar dari kitab Galatia 4:5-7, supaya kita mengerti dengan jelas identitas kita di hadapan Bapa, dan bagaimana kita dapat memiliki hidup yang berkemenangan. Tujuan penebusan Kristus adalah; kita diangkat oleh Allah menjadi anak laki-laki dan perempuan milikNya. Bukan hanya sekedar supaya kita masuk surga, tetapi supaya kita menjadi serupa dengan Kristus. Inilah tujuan mengapa kita diciptakan oleh Tuhan.
Dikatakan di ayat 6-7, bahwa di dalam kita berdiam Roh Tuhan, Pencipta alam semesta ada di dalam kita, dan Dia telah menjadikan kita anak-anakNya. Hal itu berarti kita berhak menerima warisan, yaitu berkat Abraham menjadi berkat kita sekarang. Setiap orang yang menyerap hal ini maka hidupnya psti berubah, dan mampu keluar dari segala pergumulan dosa dan kelemahannya. Tetapi jika kita tidak mengerti identitas kita yang baru di dalam Kristus, maka kita akan menjadi orang Kristen yang lemah dan selalu dikalahkan.
Hati Bapa begitu rindu kepada kita, bahkan ketika kita masih tersesat di tengah dunia ini. Tuhan selalu memanggil dan membuka tanganNya untuk menyambut kita dan ketika kita menyambut tanganNya maka kita sekarang dapat memanggilNya "Ya Abba, ya Bapa".
"Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya. Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan. Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambarNya, dalam kemuliaan yang semakin besar" (2 Kor.3:16-18)
Penting sekali untuk kita melihat Tuhan dengan pengertian yang baru. Yaitu bahwa rohNya berada di dalam kita, sehingga kita menjadai serupa dengan Yesus dalam cara kita berpikir dan melihat dan merasakan.
Bagaimana itu bisa terjadi? Dengan membangun hubungan yang intim dengan Dia, datang kepadaNya bukan lagi sebagai hamba yang takut dan tidak percaya akan kebaikan Tuhan, tetapi sebagai anak yang dapat memandang wajah Bapa. Ketika kita memandang wajah Bapa maka kita akan mengerti betapa baiknya Dia, sehingga hubungan ini akan mengubah identitas kita menjadi serupa dengan Kristus. Amin.
Sumber : Ringkasan Khotbah GBI ROCK Center 8 Agst 2010
*Ev. Mark McClendon*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar