Ada banyak orang yang cenderung menghindari krisis. Namun kita harus melihat bahwa krisis adalah kesempatan untuk mengundang kehadiran mujizat. Ada tiga kondisi yang harus datang sebelum adanya revival. Ketiga kondisi itu adalah ketidakadilan, keadaan yang ketat/tekanan, dan kegelapan yang pekat. Tetapi janganlah takut ketika menghadapi krisis, sebab ada hasil akhir yang indah jika kita meresponi krisis secara benar. Ada empat langkah yang dilalui melewati krisis.
Krisis (Crisis)
Tuhan akan menjaga kita dan memberkati ketika kita mengalami krisis (Maz. 105:12-27). Abraham, Ishak, Yakub dan Yusuf adalah contoh orang-orang yang mengalami berkat melalui krisis. Abraham dan Ishak bahkan diberkati di tengah kelaparan (Kej. 12:10, 13:2, 26:1, 26:12). Yakub dibuat Tuhan berhasil ketika ditipu oleh Laban (Kej. 26:43). Yusuf dibangkitkan di atas saudara-saudaranya dan berkuasa atas seluruh Mesir ketika ada kelaparan yang dahsyat (Kej. 45:4-8).
Karakter (Character)
Karakter adalah wajah Kristus yang timbul dalam hidup kita, apabila kita berhasil menang atas krisis. Kehidupan Yusuf dan Musa adalah contoh yang kita pelajari hari ini sebagai 'Kingdom Leaders'. Keduanya mengalami penderitaan, ditolak dan akan dibunuh. Tetapi rencana Tuhan tidak pernah gagal.
Kalau hari ini kita mengalami keadaaan yang tertekan, itulah saat dimana kita menjadi orang yang memiliki karakter Kristus, yang tekun dan tahan uji. Dunia membutuhkan 'Kingdom Leaders' di tengah keadaan seperti ini karena kita akan mempunyai respon yang berbeda dalam menghadapi ujian.
Paulus mengetahui kunci ini, sehingga ia berkata dalam Roma 25:3-5; "Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita."
Karisma (Charisma)
Karisma adalah hasil kerja Roh Kudus, dan inilah yang membedakan seorang dengan yang lain. Roh Kudus memberikan karunia untuk kepentingan bersama jemaat (1 Kor 7:7).
Oleh sebab itu setiap orang harus mengingini karunia rohani dengan sunguh-sungguh. Karena Tuhan mau memakai setiap kita dan tiada yang mustahil bagi Dia. Temukan karuniamu, sebab Tuhan sedang membangkitkan para 'Kingdom Leaders' di dunia seperti Musa dan Yusuf.
Keserupaan Dengan Kristus (Christ-Likeness)
Keserupaan dengan Kristus harus menjadi hasil akhir (goal) kita. Hal ini bukan saja berbicara tentang bagaimana memiliki sifat Kristus, tetapi juga memiliki kuasa Kristus. Ketika Allah mengambil rupa sebagai Anak Manusia, Ia tidak maha hadir dan maha tahu. Karena itu Ia berkata; "hanya Bapa yang mengetahui kapan akhir zaman itu tiba". Tetapi pada waktu Yesus bangkit dan duduk di takhta Allah Bapa, maka Dia mengirimkan Roh Kudus yang Maha Hadir ke tengah-tengah kita. Sama seperti Yesus yang hadir di tengah-tengah kita, Yusuf juga menampakkan diri kepada saudara-saudaranya (Kej. 45:4-7). Kitapun juga harus melihat diri kita sebagai wakil (representative) dari Kerajaan Allah, sebab Tuhan sedang mengembalikan 'dominion' kepada kita. Seperti Yusuf menjadi bapa bagi Firaun.
Setiap kita dipanggil menjadi serupa dengan Kristus (Christ-likeness), oleh sebab itu kita wajib hidup sama seperti Kristus hidup, sekalipun kita berada di tengah krisis.
Janganlah takut menghadapi krisis, sebab setiap krisis selalu akan mendatangkan berkat bagi anak-anak Tuhan. Sebab Tuhan akan memberikan kita hasil jerih payah bangsa-bangsa (Maz.105:44); hikmat, pengetahuan, kesukaan serta hasil timbunan dari orang berdosa (Pengkh. 2:26).
Haleluya!
*Sumber: Ringkasan Khotbah GBI ROCK Center 1 Agt 2010*
Pdt. Ir.Timotius Arifin
Krisis (Crisis)
Tuhan akan menjaga kita dan memberkati ketika kita mengalami krisis (Maz. 105:12-27). Abraham, Ishak, Yakub dan Yusuf adalah contoh orang-orang yang mengalami berkat melalui krisis. Abraham dan Ishak bahkan diberkati di tengah kelaparan (Kej. 12:10, 13:2, 26:1, 26:12). Yakub dibuat Tuhan berhasil ketika ditipu oleh Laban (Kej. 26:43). Yusuf dibangkitkan di atas saudara-saudaranya dan berkuasa atas seluruh Mesir ketika ada kelaparan yang dahsyat (Kej. 45:4-8).
Karakter (Character)
Karakter adalah wajah Kristus yang timbul dalam hidup kita, apabila kita berhasil menang atas krisis. Kehidupan Yusuf dan Musa adalah contoh yang kita pelajari hari ini sebagai 'Kingdom Leaders'. Keduanya mengalami penderitaan, ditolak dan akan dibunuh. Tetapi rencana Tuhan tidak pernah gagal.
Kalau hari ini kita mengalami keadaaan yang tertekan, itulah saat dimana kita menjadi orang yang memiliki karakter Kristus, yang tekun dan tahan uji. Dunia membutuhkan 'Kingdom Leaders' di tengah keadaan seperti ini karena kita akan mempunyai respon yang berbeda dalam menghadapi ujian.
Paulus mengetahui kunci ini, sehingga ia berkata dalam Roma 25:3-5; "Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita."
Karisma (Charisma)
Karisma adalah hasil kerja Roh Kudus, dan inilah yang membedakan seorang dengan yang lain. Roh Kudus memberikan karunia untuk kepentingan bersama jemaat (1 Kor 7:7).
Oleh sebab itu setiap orang harus mengingini karunia rohani dengan sunguh-sungguh. Karena Tuhan mau memakai setiap kita dan tiada yang mustahil bagi Dia. Temukan karuniamu, sebab Tuhan sedang membangkitkan para 'Kingdom Leaders' di dunia seperti Musa dan Yusuf.
Keserupaan Dengan Kristus (Christ-Likeness)
Keserupaan dengan Kristus harus menjadi hasil akhir (goal) kita. Hal ini bukan saja berbicara tentang bagaimana memiliki sifat Kristus, tetapi juga memiliki kuasa Kristus. Ketika Allah mengambil rupa sebagai Anak Manusia, Ia tidak maha hadir dan maha tahu. Karena itu Ia berkata; "hanya Bapa yang mengetahui kapan akhir zaman itu tiba". Tetapi pada waktu Yesus bangkit dan duduk di takhta Allah Bapa, maka Dia mengirimkan Roh Kudus yang Maha Hadir ke tengah-tengah kita. Sama seperti Yesus yang hadir di tengah-tengah kita, Yusuf juga menampakkan diri kepada saudara-saudaranya (Kej. 45:4-7). Kitapun juga harus melihat diri kita sebagai wakil (representative) dari Kerajaan Allah, sebab Tuhan sedang mengembalikan 'dominion' kepada kita. Seperti Yusuf menjadi bapa bagi Firaun.
Setiap kita dipanggil menjadi serupa dengan Kristus (Christ-likeness), oleh sebab itu kita wajib hidup sama seperti Kristus hidup, sekalipun kita berada di tengah krisis.
Janganlah takut menghadapi krisis, sebab setiap krisis selalu akan mendatangkan berkat bagi anak-anak Tuhan. Sebab Tuhan akan memberikan kita hasil jerih payah bangsa-bangsa (Maz.105:44); hikmat, pengetahuan, kesukaan serta hasil timbunan dari orang berdosa (Pengkh. 2:26).
Haleluya!
*Sumber: Ringkasan Khotbah GBI ROCK Center 1 Agt 2010*
Pdt. Ir.Timotius Arifin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar