Rabu, 28 Juli 2010

He Won't Let U Fall

Semalam saat sharing di persekutuan kelompok kami, salah seorang teman saya bercerita tentang kekesalan dia terhadap atasan di tempat dia bekerja.
Atasannya tergolong orang yang tidak sabaran dan sering mengungkapkan kemarahannya dengan cara-cara yang tidak mengenakkan hati.
Teman saya termasuk orang yang sabar. Sebelumnya, semua perlakuan atasannya tersebut selalu dia terima tanpa pernah membantah atau membela dirinya di depan atasannya. Semuanya hanya disimpan di dalam hatinya.
Singkat cerita, dalam suatu permasalahan, teman saya yang telah menyimpan kekesalannya selama beberapa waktu, telah menyiapkan skenario pembelaan diri untuk menyatakan bahwa dia tidak berhak untuk diperlakukan seperti yang sering dia terima.
Kalimat demi kalimat telah dia susun dan tinggal menunggu waktu, semuanya akan dia keluarkan bila atasannya kembali memarahi dia. Seperti bom yang siap diledakkan dan tinggal menunggu seseorang untuk menarik pemicunya.
Dan akhirnya pada satu momen dimana dia berpikir bahwa momen itulah saat yang tepat untuk meledakkan bomnya, ternyata keadaan yang dia hadapi justru berbalik arah. Atasannya, tanpa dia sangka tidak mengeluarkan kata-kata pedas dengan nada tinggi seperti yang biasanya dia lakukan, tapi sebaliknya kata-kata yang keluar justru tenang dengan nada yang lembut.
Mungkin anda juga sering menghadapi situasi demikian. Mungkin anda sering dipojokkan dan ditekan oleh orang-orang yang memiliki otoritas lebih tinggi di atas anda. Sampai pada satu saat anda berpikir bahwa anda harus melakukan perlawanan.
Dalam kitab Roma 13 : 1-5, dijelaskan tentang kepatuhan terhadap pemerintah. Pemerintah yang dimaksud bukan hanya pemerintah dalam suatu negara/bangsa, tetapi juga mengacu terhadap pimpinan kita di dalam suatu lingkungan kerja atau organisasi.
Dikatakan bahwa pemerintah adalah hamba untuk kebaikan kita. Untuk itu kita perlu menaklukkan diri dan patut memberi hormat kepada orang yang berhak menerima hormat (ayat 7).
Sahabat saya itu sebelumnya selalu belajar untuk bersabar dan menerima segala perkataan atasannya dan membawa semuanya dalam doa kepada Tuhan. Namun dengan segala keterbatasannya sebagai manusia, iapun sampai pada satu titik dimana batas kesabarannya hampir terlewati. Dan disaat itulah Tuhan bekerja dengan mengubah keadaan yang ada di depannya.
Ketahuilah bahwa Tuhan tidak pernah begitu saja membiarkan anak-anakNya jatuh dalam dosa.
Saat Ia membiarkan pencobaan/ujian hidup mengampiri kita, pencobaan itu pasti tidak akan pernah melampaui batas kemampuan kita. Asalkan kita tetap setia dan selalu membawa permasalahan kita kepada Dia.
Seperti yang tertulis dalam Roma 8 : 28, Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.
Semua hal yang terjadi dalam hidup kita semuanya terjadi atas kehendak Dia. Dan semua pencobaan yang terjadi adalah suatu ujian bagi kita untuk kita bisa lebih lagi bertumbuh bersama Tuhan.
Jadi tetap kuatkan iman dan selalu percaya bahwa Tuhan selalu berada bersama kita dalam setiap langkah kehidupan kita. Jangan pernah memberikan celah kepada iblis untuk merusak rencana Tuhan yang indah dalam hidup kita, 'coz we are 'Representative of Christ Kingdom'.

Minggu, 25 Juli 2010

Menjadi Garam Dan Terang Dunia

Dalam khotbah Tuhan Yesus di bukit, Dia mengatakan bahwa kita adalah garam dan terang bagi dunia ini (Mat. 5 : 13-16). Apakah yang dimaksud Tuhan dengan perumpamaan tentang garam?

1. Garam berbicara tentang perjanjian

Dalam budaya timur tengah, jika 2 orang mengadakan perjanjian, maka mereka bersama-sama makan garam. Dalam kitab Imamat tertulis bahwa sewaktu membakar ukupan bagi Tuhan, maka harus ada garam (lambang perjanjian dan kekekalan). Jika kita memahami arti dari perjanjian, maka kita akan lebih mudah berjalan bersama Tuhan. Sebab tanpa Yesus yang menyerahkan nyawaNya bagi kita (membuat perjanjian dengan kita), maka kita tidak boleh menghadap Tuhan. Sebagai anak-anak perjanjian maka kita pasti hidup menurut aturan-aturan Tuhan dan tunduk dalam pimpinan Tuhan. Itulah yang akan membuat kita menerima hak kita sebagai anak-anak Kerajaan (sons of Christ' Kingdom).

2. Garam berbicara pemulihan (Imamat 16 : 17)

Harun adalah imam besar yang pertama dan seorang pemimpin yang luar biasa. Tetapi suatu hari ia harus melewati ujian. Dua anaknya, Nadab dan Abihu, mati karena mempersembahkan api asing di Bait Allah. Oleh sebab itu Harun tidak dapat masuk ke dalam ruang Maha Kudus, sebelum ia mendamaikan dirinya dan seluruh keluarganya serta seluruh bangsa Israel. Pemulihan ini harus merupakan inisiatif kita sendiri, dan bukan paksaan. Pemulihan dalam hidup kita bukanlah pilihan, tetapi perintah yang wajib kita lakukan baik secara vertikal dan horisontal, yang artinya pemulihan akan hubungan kita dengan Tuhan dan sesama.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan terhadap kehidupan 2 keluarga berbeda, yaitu keluarga Max Jukes dan Jonathan Edwards dari abad 18. Max Jukes bukan orang yang beriman dengan sungguh-sungguh, dan keturunannya hampr sebagian besar menjadi sampah masyarakat.
Hal yang berbeda ditemukan dalam kehidupan Jonathan Edwards, dimana suami istri ini merupakan pengikut Tuhan yang selalu taat beribadah. Keturunan mereka hampir sebagian besar menduduki posisi penting dalam agama dan pemerintahan. Banyak dari mereka yang hidupnya menjadi berkat bagi sesama.

Apa yang menjadi kuncinya? Mengalami pemulihan. Sebab tidak ada seorangpun yang tidak membutuhkan pemulihan Tuhan.

Pemulihan adalah suatu hal yang harus kita lakukan karena kita bertanggung jawab atas generasi di bawah kita di hadapan Tuhan. Banyak orang hanya mencari berkat dan berkat, tapi lupa mencari dan melakukan isi hati Tuhan.

"Orang yang merasa dirinya tidak terluka, sakit hati, berbeban berat, adalah orang-orang yang tidak bisa dipulihkan, karena mereka tidak merasa membutuhkan pertolongan Tuhan.
Sebaliknya, orang yang bisa mengalami pertolongan Tuhan adalah orang yang bisa menghargai kasih karunia Tuhan, walupun seringkali kita menganggap remeh kasih karunia Tuhan yang diberikan secara cuma-cuma kepada kita.

Kita harus sadar bahwa kasih karunia bukanlah suatu hal yang murahan. Karena terlalu mahal dan Tuhan tahu kita tidak akan pernah dapat membelinya, maka Tuhan memberikan kepada kita secara cuma-cuma dengan tubuh, darah dan nyawaNya sebagai tebusannya.

Jangan pernah keluar dari hadirat Tuhan sebelum mengalami pemulihan. Yakub tidak melepaskan Tuhan sebelum mengalami berkat Tuhan ketika ia bergulat dengan Malaikat Tuhan (Kej. 32 : 22-32).

Kita adalah kota di atas gunung. Kemanapun kita ditempatkan, kita harus menjadi terang dan garam, hidup penuh dengan integritas.

Apapun yang diberikan Tuhan kepada kita, semua bukan karena kemampuan kita, tapi hanya karena kasih karunia Tuhan saja.

Amin...



*Dikutip dari Ringkasan Khotbah GBI ROCK Center - Pdm. David Limanto
18 Juli 2010

Jumat, 16 Juli 2010

Amazing Grace

Amazing grace!!!
How sweet the sound
That saved a wretch like me
I once was lost, but now i found
Was blind, but now i see

'T was grace
That taught my heart to fear
And grace my fears relieved
How precoius did that grace appear
The hour i first bellieved!



God knows who i was....
Just a little girl with lots of sin
He caught me n set me free...

He never looked back to who i was
But He's seeing to who i am now...
And who i will become

And one thing i know, that...
I will be more than conquerer
'Coz He is always be with me

What an 'Amazing Grace'



Senin, 12 Juli 2010

You are Good

'Yang tak pernah kupikirkan itu yang Kau kerjakan bagiku'

Kemarin saat aku berpikir tentang satu hal yang kayaknya gak mungkin terjadi...
Yang aku pikir aku akan menerima penolakan...
sampai aku dah siapin kata2 untuk menghadapi penolakan itu...
ternyata...yang aku terima sebaliknya...
I am accepted...
I didn't ever say one word that i had prepare...
My Great Father had turn it down....

Haleluya....
Tuhan....Engkau sungguh baik
Engkau memang baik....
Dulu, sekarang dan selama-lamanya,
Jesus, You are really, so good.

Minggu, 11 Juli 2010

Wanna be....

Terkadang walaupun aku percaya kalo Yesus selalu menjaga aku,
tapi saat dalam keadaan yang tidak mengenakkan karena perlakuan orang lain, apalagi orang yang dekat dengan aku, kadang timbul amarah walaupun hanya di dalam hati....
but, deeper in my heart, i know that's not right....
Yesus aja yang gak bersalah gak pernah menghujat orang2 yang mendakwa Dia....
Bahkan Dia rela disiksa dan digantung di kayu salib untuk tebus dosa aku....dan kamu....

That's why i sing this song.....

.....Ubah hatiku
Seperti hatiMu
Setulus salibMu
KasihMu....Tuhan

Biar mataku
Seperti mataMu
Pancarkan kasihMu
Ku mau jadi.... sepertiMu....

That's my pray o Lord...

Setiap detik....setiap menit....setiap jam.....setiap hari....yang kita lalui
adalah masa pembelajaran kita.
Setiap masalah yang datang dalam hidup kita adalah mata pelajaran yang harus kita lewati
untuk semakin hari semakin dewasa dan semakin menjadi seperti Yesus....
Amen

Sabtu, 10 Juli 2010

Fallin' In Luv.....

Dari sekian banyak lagu yang pernah aku dengar...aku nyanyiin..., gak tau kenapa baru lagu ini yang bener-bener ngena banget di hati......
Padahal dah lama banget pengen punya theme song sendiri (soalnya pernah sekali ada yg nanya, theme song pribadi kamu apa?) hehehe....tapi gak pernah ketemu yg pas...
Pas denger lagu ini di radio pertama kali....sampe sekarang lagu ini terus ada di kepala....
So simple but sweet.....

Falling in love with Jesus
Falling in love with Jesus
Falling in love with Jesus
Is the best thing i've ever done

In His arms i feel protected
In His arms never disconnected
In His arms i feel protected
There's no place i'd rather be....

Jumat, 09 Juli 2010

Dedicated To......


Sebab segala sesuatu adalah dari Dia,
Dan oleh Dia,
Dan kepada Dia......
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!!!!

JESUS CHRIST

Mengenai Saya

just an ordinary person with limited power n ability ...but with my GOD...JESUS, i'll be an extraordinary....'coz He is The 'Unlimited GOD !!!!.... for Thy is the kingdom...n the power...n the glory.... Forever n ever.... Amen!!!!!

Cari Blog Ini