
Arti dari kata Amply adalah :
- Lebih dari yang diperlukan, berkelimpahan (Filipi 4 : 18 NIV),
- Tidak pernah berkekurangan, berkelimpahan (kata sifat),
- Memperjelas, memperkuat, memperkeras, memperhebat orang lain yang ada di sekitar kita (kata kerja).
Hal inilah yang dilakukan Yesus. Dimanapun Ia berada, Ia selalu membangkitkan orang-orang. Kata "amplifier" adalah instrumen yang menjadikan sesuatu lebih kuat, sehingga menjadi lebih indah. Ketika kita menyerahkan diri kita sebagai 'amplifier'nya Tuhan, maka Tuhan sendirilah yang mengendalikan kita sepenuhnya. Sehingga kita bukan saja menjadi alat dalam Kerajaan-Nya (God's Kingdom), tetapi juga menjadi orang yang menikmati semua janji Tuhan dalam hidup kita.
Bagaimana kita bisa menjadi 'amplifier'nya Tuhan? Dalam Matius 25:14-30 diceritakan sebuah perumpamaan tentang Kerajaan Allah (God's Kingdom) yang sama seperti seorang Raja yang akan pergi ke luar negeri dan mempercayakan kepada hamba-hambanya sejumlah talenta. Ada yang lima, tiga, dan satu talenta, masing-masing menurut kesanggupannya. Kita harus mengerti dengan benar bahwa yang menerima talenta itu harus melipatgandakannya.
KAPASITAS
"Kesanggupan untuk melipatgandakan" berbicara tentang kapasitas. Tiap benda mempunyai kapasitasnya sendiri-sendiri. Apabila kita memakainya melebihi kapasitasnya, maka akan merusak benda itu sendiri. Karena itu dalam hidupnya, manusia tidak menerima sesuatu yang melebihi kapasitasnya. Karena hak itulah yang akan membuat kita, bahkan dapat mengakibatkan kejatuhan.
Kapasitas juga berbicara hati dan pikiran (Amsal 27:19). Siapa kita ditentukan oleh hati kita, dan kemudian pikiran kita (Amsal 23:7). Kedua hal inilah yang menjadi ukuran kapasitas kita, bukan berapa banyak harta yang kita punya. Dari perumpamaan talenta kita tahu bahwa kapasitas yang diberikan berbeda. Kapasitas itu hanyalah titik awal saja. Jika hati dan pikiran kita benar, maka kapasitas kita akan terus berlipat ganda. dan juga sebaliknya, jika hati dan pikiran kita tidak benar, maka kapasitas itu akan menurun.
Setiap orang diberikan kesempatan untuk melipatgandakan kapasitasnya, sebab Tuhan tidak hanya memberikan sesuatu sesuai dengan kapasitas kita, tetapi juga kita diberikan kesanggupan untuk memperbesar kapasitas yang kita miliki.
BERANI BERINVESTASI
Kapasitas juga berarti berani berinvestasi (Amsal 11:24 Lukas 6:38). Dalam kehidupan di dunia ini kita mengenal prinsip "take and give". Namun kebenaran dalam Kerajaan Allah (God's Kingdom) adalah memberi terlebih dahulu, maka kita akan diberi. Apa yang kita inginkan dari orang lain agar melakukan untuk kita, maka kita harus terlebih dahulu melakukannya unutk orang lain. Tuhan Yesus mengatakan lebih bahagia memberi daripada menerima. Banyak hal yang bisa kita investasikan asalkan kita bisa menghargai nilai-nilai yang bisa memperluas kapasitas kita, maka kita tidak akan bersikap pelit untuk berinvestasi. "Life is about giving, not receiving", itulah yang Tuhan ajarkan kepada kita. Kita menambah dengan menabung tetapi kita melipat gandakan dengan berinvestasi.
SETIA DAN BERTANGGUNG JAWAB
(Matius 25:21) Tuhan mempromosikan orang yang setia dan berintegritas, yang melakukan apa yang menjadi kewajibannya meskipun tidak ada yang mengawasi. Daud adalah contoh orang yang setia dan bertanggung jawab dalam perkara yang kecil meski tidak dilihat orang (1 Samuel 17:34-35). Itulah sebabnya Tuhan membawa Daud menjadi raja Israel yang luar biasa.
Marilah kita mengembangkan otot-otot rohani kita dengan cara mengembangkan kapasitas kita, berani menginvestasikan waktu kita terhadap jiwa-jiwa, serta setia dan bertanggung jawab. Sehingga Tuhan dapat memakai kita menjadi alatNya dan namaNya dimuliakan melalui kehidupan kita. Amin
*Taken from Ringkasan Khotbah GBI ROCK Center 22 Agt 2010
Pdp. Ir. Bob Foster
- Lebih dari yang diperlukan, berkelimpahan (Filipi 4 : 18 NIV),
- Tidak pernah berkekurangan, berkelimpahan (kata sifat),
- Memperjelas, memperkuat, memperkeras, memperhebat orang lain yang ada di sekitar kita (kata kerja).
Hal inilah yang dilakukan Yesus. Dimanapun Ia berada, Ia selalu membangkitkan orang-orang. Kata "amplifier" adalah instrumen yang menjadikan sesuatu lebih kuat, sehingga menjadi lebih indah. Ketika kita menyerahkan diri kita sebagai 'amplifier'nya Tuhan, maka Tuhan sendirilah yang mengendalikan kita sepenuhnya. Sehingga kita bukan saja menjadi alat dalam Kerajaan-Nya (God's Kingdom), tetapi juga menjadi orang yang menikmati semua janji Tuhan dalam hidup kita.
Bagaimana kita bisa menjadi 'amplifier'nya Tuhan? Dalam Matius 25:14-30 diceritakan sebuah perumpamaan tentang Kerajaan Allah (God's Kingdom) yang sama seperti seorang Raja yang akan pergi ke luar negeri dan mempercayakan kepada hamba-hambanya sejumlah talenta. Ada yang lima, tiga, dan satu talenta, masing-masing menurut kesanggupannya. Kita harus mengerti dengan benar bahwa yang menerima talenta itu harus melipatgandakannya.
KAPASITAS
"Kesanggupan untuk melipatgandakan" berbicara tentang kapasitas. Tiap benda mempunyai kapasitasnya sendiri-sendiri. Apabila kita memakainya melebihi kapasitasnya, maka akan merusak benda itu sendiri. Karena itu dalam hidupnya, manusia tidak menerima sesuatu yang melebihi kapasitasnya. Karena hak itulah yang akan membuat kita, bahkan dapat mengakibatkan kejatuhan.
Kapasitas juga berbicara hati dan pikiran (Amsal 27:19). Siapa kita ditentukan oleh hati kita, dan kemudian pikiran kita (Amsal 23:7). Kedua hal inilah yang menjadi ukuran kapasitas kita, bukan berapa banyak harta yang kita punya. Dari perumpamaan talenta kita tahu bahwa kapasitas yang diberikan berbeda. Kapasitas itu hanyalah titik awal saja. Jika hati dan pikiran kita benar, maka kapasitas kita akan terus berlipat ganda. dan juga sebaliknya, jika hati dan pikiran kita tidak benar, maka kapasitas itu akan menurun.
Setiap orang diberikan kesempatan untuk melipatgandakan kapasitasnya, sebab Tuhan tidak hanya memberikan sesuatu sesuai dengan kapasitas kita, tetapi juga kita diberikan kesanggupan untuk memperbesar kapasitas yang kita miliki.
BERANI BERINVESTASI
Kapasitas juga berarti berani berinvestasi (Amsal 11:24 Lukas 6:38). Dalam kehidupan di dunia ini kita mengenal prinsip "take and give". Namun kebenaran dalam Kerajaan Allah (God's Kingdom) adalah memberi terlebih dahulu, maka kita akan diberi. Apa yang kita inginkan dari orang lain agar melakukan untuk kita, maka kita harus terlebih dahulu melakukannya unutk orang lain. Tuhan Yesus mengatakan lebih bahagia memberi daripada menerima. Banyak hal yang bisa kita investasikan asalkan kita bisa menghargai nilai-nilai yang bisa memperluas kapasitas kita, maka kita tidak akan bersikap pelit untuk berinvestasi. "Life is about giving, not receiving", itulah yang Tuhan ajarkan kepada kita. Kita menambah dengan menabung tetapi kita melipat gandakan dengan berinvestasi.
SETIA DAN BERTANGGUNG JAWAB
(Matius 25:21) Tuhan mempromosikan orang yang setia dan berintegritas, yang melakukan apa yang menjadi kewajibannya meskipun tidak ada yang mengawasi. Daud adalah contoh orang yang setia dan bertanggung jawab dalam perkara yang kecil meski tidak dilihat orang (1 Samuel 17:34-35). Itulah sebabnya Tuhan membawa Daud menjadi raja Israel yang luar biasa.
Marilah kita mengembangkan otot-otot rohani kita dengan cara mengembangkan kapasitas kita, berani menginvestasikan waktu kita terhadap jiwa-jiwa, serta setia dan bertanggung jawab. Sehingga Tuhan dapat memakai kita menjadi alatNya dan namaNya dimuliakan melalui kehidupan kita. Amin
*Taken from Ringkasan Khotbah GBI ROCK Center 22 Agt 2010
Pdp. Ir. Bob Foster


