Selasa, 31 Agustus 2010

AMPLY


Arti dari kata Amply adalah :
- Lebih dari yang diperlukan, berkelimpahan (Filipi 4 : 18 NIV),
- Tidak pernah berkekurangan, berkelimpahan (kata sifat),
- Memperjelas, memperkuat, memperkeras, memperhebat orang lain yang ada di sekitar kita (kata kerja).

Hal inilah yang dilakukan Yesus. Dimanapun Ia berada, Ia selalu membangkitkan orang-orang. Kata "amplifier" adalah instrumen yang menjadikan sesuatu lebih kuat, sehingga menjadi lebih indah. Ketika kita menyerahkan diri kita sebagai 'amplifier'nya Tuhan, maka Tuhan sendirilah yang mengendalikan kita sepenuhnya. Sehingga kita bukan saja menjadi alat dalam Kerajaan-Nya (God's Kingdom), tetapi juga menjadi orang yang menikmati semua janji Tuhan dalam hidup kita.

Bagaimana kita bisa menjadi 'amplifier'nya Tuhan? Dalam Matius 25:14-30 diceritakan sebuah perumpamaan tentang Kerajaan Allah (God's Kingdom) yang sama seperti seorang Raja yang akan pergi ke luar negeri dan mempercayakan kepada hamba-hambanya sejumlah talenta. Ada yang lima, tiga, dan satu talenta, masing-masing menurut kesanggupannya. Kita harus mengerti dengan benar bahwa yang menerima talenta itu harus melipatgandakannya.

KAPASITAS
"Kesanggupan untuk melipatgandakan" berbicara tentang kapasitas. Tiap benda mempunyai kapasitasnya sendiri-sendiri. Apabila kita memakainya melebihi kapasitasnya, maka akan merusak benda itu sendiri. Karena itu dalam hidupnya, manusia tidak menerima sesuatu yang melebihi kapasitasnya. Karena hak itulah yang akan membuat kita, bahkan dapat mengakibatkan kejatuhan.

Kapasitas juga berbicara hati dan pikiran (Amsal 27:19). Siapa kita ditentukan oleh hati kita, dan kemudian pikiran kita (Amsal 23:7). Kedua hal inilah yang menjadi ukuran kapasitas kita, bukan berapa banyak harta yang kita punya. Dari perumpamaan talenta kita tahu bahwa kapasitas yang diberikan berbeda. Kapasitas itu hanyalah titik awal saja. Jika hati dan pikiran kita benar, maka kapasitas kita akan terus berlipat ganda. dan juga sebaliknya, jika hati dan pikiran kita tidak benar, maka kapasitas itu akan menurun.

Setiap orang diberikan kesempatan untuk melipatgandakan kapasitasnya, sebab Tuhan tidak hanya memberikan sesuatu sesuai dengan kapasitas kita, tetapi juga kita diberikan kesanggupan untuk memperbesar kapasitas yang kita miliki.

BERANI BERINVESTASI

Kapasitas juga berarti berani berinvestasi (Amsal 11:24 Lukas 6:38). Dalam kehidupan di dunia ini kita mengenal prinsip "take and give". Namun kebenaran dalam Kerajaan Allah (God's Kingdom) adalah memberi terlebih dahulu, maka kita akan diberi. Apa yang kita inginkan dari orang lain agar melakukan untuk kita, maka kita harus terlebih dahulu melakukannya unutk orang lain. Tuhan Yesus mengatakan lebih bahagia memberi daripada menerima. Banyak hal yang bisa kita investasikan asalkan kita bisa menghargai nilai-nilai yang bisa memperluas kapasitas kita, maka kita tidak akan bersikap pelit untuk berinvestasi. "Life is about giving, not receiving", itulah yang Tuhan ajarkan kepada kita. Kita menambah dengan menabung tetapi kita melipat gandakan dengan berinvestasi.

SETIA DAN BERTANGGUNG JAWAB

(Matius 25:21) Tuhan mempromosikan orang yang setia dan berintegritas, yang melakukan apa yang menjadi kewajibannya meskipun tidak ada yang mengawasi. Daud adalah contoh orang yang setia dan bertanggung jawab dalam perkara yang kecil meski tidak dilihat orang (1 Samuel 17:34-35). Itulah sebabnya Tuhan membawa Daud menjadi raja Israel yang luar biasa.

Marilah kita mengembangkan otot-otot rohani kita dengan cara mengembangkan kapasitas kita, berani menginvestasikan waktu kita terhadap jiwa-jiwa, serta setia dan bertanggung jawab. Sehingga Tuhan dapat memakai kita menjadi alatNya dan namaNya dimuliakan melalui kehidupan kita. Amin


*Taken from Ringkasan Khotbah GBI ROCK Center 22 Agt 2010
Pdp. Ir. Bob Foster

Rabu, 25 Agustus 2010

Save In Your Arms...


Seminggu terakhir ini ada satu lagu yang terus saja diam di kepalaku dan selalu ada di mulutku saat aku ingin bersenandung kecil.
Aku gak tau alasannya kenapa... semula aku berpikir itu hal yang biasa gak ada yg istimewa...mungkin hanya kebetulan saja lagu itu ada dibenakku terus karena mungkin di waktu-waktu dekat ini, aku pernah mendengarnya. Mungkin di radio atau dimana, entahlah.
Dan...hari sabtu kemarin, 28 Agustus, suamiku mengalami masalah di pekerjaannya. Dan bagi kami masalah ini merupakan suatu hal yang baru, yang gak pernah terlintas dibenak kami kalau kami bakal hadapin hal seperti ini, karena masalah ini kemungkinan besar bisa berlanjut di wilayah hukum dan berurusan para aparat penegak hukum.
Dan walaupun suami saya berada di posisi yang benar, tapi ternyata masalah itu cukup membuat suami saya panik dan takut. Dan reaksiku waktu itu diluar dugaan aku... tidak ada kepanikan... tidak ada kekhawatiran... hanya ada keheranan.
Bayangkan kalau aku juga merasa takut dan tertekan. Maka kami berdua akan tinggal dalam intimidasi iblis.

Dan pagi ini, di kebaktian di gereja, Jeffrey S Chandra, hamba Tuhan yang dipakai untuk melayani lewat lagu-lagu pujian, ikut hadir dan memberikan kesaksian.
Kesaksian yang dia bawakan berupa 2 buah lagu yang dia nyanyikan. Dan lagu yang paling pertama dia bawakan adalah lagu ini :

Kau s'lalu punya cara untuk menolongku
Kau s'lalu punya jalan keajaibanMu
Kau dahsyat dalam segala perbuatanMu
Dan ku tenang di dalam caraMu

Apakah suatu kebetulan kalau ternyata lagu itu tiba-tiba selalu berada di pikiranku?
Dan apakah suatu kebetulan juga kalau tiba-tiba suamiku menghadapi masalah di pekerjaannya itu?
Apakah suatu kebetulan kalau lagu itu dibawakan sebagai kesaksian oleh sdr. Jeffrey?

Yang aku tau, di dalam Tuhan tidak pernah ada kebetulan.
Aku akhirnya tau, mengapa lagu itu selama seminggu ini selalu ada di benakku.
Tuhan sudah mempersiapkan aku untuk menghadapi masalah itu.
Tuhan sudah mengingatkan aku bahwa dalam Dia saya bisa mendapatkan ketenangan walau badai apapun yang datang menerpa saya.
Karena dalam ketenangan kita bisa berpikir jernih, sehingga dalam masalah ini, Tuhan bisa menguatkan suami saya lewat saya.
Tuhan juga mengingatkan bahwa Dia Yang Maha Kuasa selalu punya cara untuk menyatakan penyertaan dan kasihNya. Walaupun mungkin caraNya tidak sesuai dengan keinginan dan jauh dari batas pemikiran kita, tapi pasti itu adalah yang terbaik bagi kita.
Kita tidak bisa dan tidak boleh membatasi Dia untuk melakukan karyaNya dalam hidup kita.

Hal yang saya ambil dari cerita ini, bahwa dalam kehidupan kita, permasalahan pasti tetap akan selalu ada.
Dan jika Tuhan mengijinkan badai persoalan datang menerpa kita, pasti ada maksud dan rencana Tuhan yang indah dibalik semuanya.
Dan jika kita mau untuk sedikit lebih peka, ternyata terkadang sebelum masalah itu datang, Tuhan sebenarnya sudah mempersiapkan back-up sebelumnya, supaya apabila badai itu memang keras bagi kita, kita tidak akan jatuh.
Tuhan tidak pernah memberikan pencobaan yang melebihi kemampuan kita, dan tangan Tuhan selalu berada di sekitar kita untuk melindungi kita.

Mungkin anda pun sedang dalam permasalahan walaupun tidak seperti yang saya dan suami saya alami. Mungkin masalah anda lebih berat dari yang kami alami.
Tapi satu hal yang sama dan akan tetap selalu sama... Tangan Tuhan tidak pernah kurang panjang untuk menolong kita. Tangan Tuhan yang penuh kasih selalu merangkul kita dalam setiap kondisi apapun yang kita alami.
Asalkan kita selalu percaya dan hanya mengandalkan Dia, bukan kemampuan kita sendiri, maka dalam segala masalah serta badai apapun, pasti kita akan selalu menjadi lebih dari pemenang bersama Yesus.

Senin, 23 Agustus 2010

Wanita Paling Cantik


Sebuah perusahaan kosmetika berhasil meminta warga kota besar untuk mengirim surat singkat dan foto wanita paling cantik yang mereka kenal. Hanya dalam tempo beberapa minggu saja ribuan surat dikirimkan ke perusahaan produk kecantikan itu. Ada salah satu surat yang menarik perhatian karyawannya sehingga memberikan kepada pemimpin perusahaan tersebut.

Surat itu ditulis oleh seorang anak laki-laki yang berasal dari keluarga berantakan dan tinggal di lingkungan kumuh. Dengan ejaan dan bahasa yang sudah diperbaiki, ringkasan surat itu sebagai berikut: "Seorang wanita cantik tinggal di dekat rumah saya. Saya mengunjunginya setiap hari. Dia membuat saya seperti anak yang paling penting di dunia. Kami bermain bersama dan dia mendengarkan setiap persoalan saya. Dia memahami saya dan ketika saya pergi dia selalu mengatakan betapa bangganya dia terhadap saya."

Anak laki-laki itu mengakhiri suratnya dengan berkata, "Inilah foto wanita paling cantik di dunia. Saya berharap memiliki istri secantik dia." Karena tertarik dengan surat itu, pemimpin perusahaan tersebut meminta foto wanita itu. Sekretarisnya menunjukkan foto seorang wanita ompong yang sudah lanjut usia sedang tersenyum dan duduk di kursi roda. Wajah di bawah rambut kelabunya awut-awutan dan penuh kerut-kerut. Matanya memancarkan keramahan.

"Kita tidak bisa memakai wanita ini," kata pemimpin perusahaan itu sambil tersenyum. "Wanita ini akan menunjukkan kepada dunia bahwa produk kita tidak membuat seorang wanita menjadi cantik."
(Alice Gray, 'Beauty Contest')


"Kecantikan adalah tanda yang Allah berikan kepada kebajikan" - Ralp Waldo Emerson

"Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi istri yang takut akan Tuhan akan dipuji-puji." - Amsal 31:30


Taken from Warta GBI ROCK

Menang Atas Permasalahan

Dalam 2 Tawarikh 20:1-26 tertulis bahwa bangsa Israel sedang mengalami masalah dikepung oleh musuh. Namun lewat pasal yang sama Tuhan memberi bukti bahwa Dia adalah Tuhan yang sanggup meloloskan bangsa Israel dari masalah besar yang menghimpit. Kita melihat bagaimana Yosafat yang sedang terjepit akhirnya bisa mengalami kemenangan dalam peperangan itu. Demikian juga dengan kita, ketika masalah datang menghimpit, kita dapat menemukan jalan keluarnya lagi, karena Tuhan akan selalu menyediakan jalan keluarnya bagi kita.

Apa yang ditulis dalam Firman Tuhan ini bukanlah sesuatu yang sekedar ditulis saja, sebab Tuhan memberikan maksudNya pada kita, supaya menjadi inspirasi.

Ada 5 langkah yang diambil oleh Yosafat yang juga harus mnejadi keputusan kita :

1. Mengambil Keputusan Yang Tepat

2 Tawarikh 20:3, "Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari Tuhan. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa."
Ayat 3 ini adalah tanda kesungguhan Yosafat mencari Tuhan, yaitu dengan doa dan berpuasa bersama-sama. Apakah kita juga mau mencari Tuhan dengan bersungguh-sungguh? Jika kita bersungguh-sungguh, akan terlihat bagaimana doa yang kita naikkan itu berbeda. Doa yang menunjukkan bahwa kita mengenal Tuhan dengan benar, karena Dialah yang mengendalikan segala sesuatu dan satu-satunya Penguasa. Yosafat mengenali kemampuan Allah dalam ayat 9, bahwa tidak ada yang sukar bagi Tuhan. Sekalipun pedang (perang dan teror), penghukuman (bencana alam), penyakit sampar (segala penyakit yang mematikan), kelaparan (krisis keuangan/ekonomi), yang merupakan empat hal yang paling sukar dalam hidup manusia, tetapi ketika kita bertindak seperti Yosafat, maka kemenangan akan menjadi bagian kita.

2. Fokus Pada Kuasa TUHAN

Pada saat Yosafat mengakui bahwa apa yang dia miliki semuanya terbatas, maka ia fokus pada kuasa Tuhan (ayat 12). Inilah saat dimana kita tidak lagi membesar-besarkan masalah yang datang, tetapi membesarkan Tuhan yang mampu mengubah situasi sesulit apapun. Ketika kita melihat akan Tuhan yang luar biasa, maka masalah kita akan menjadi masalah yang biasa.

3. Berdiri Di Atas Permasalahan Bersama Seisi Keluarganya

Tindakan iman untuk berdiri bersama dalam situasi yang paling sukar adalah kekuatan untuk mengalahkan musuh-musuh kita (ayat 13). Seperti Daud berkata kepada Goliat "Aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara", maka apa yang diucapkannya menjadi kuasa yang terjadi. Demikian juga ketika masalah datang menghimpit dalam hidup kita, kadang kita hanya berhenti pada doa saja, tetapi marilah kita bertindak lebih lagi dengan ucapan iman yang kuat dan mendeklarasikan iman percaya kita yang akan membuat kita dilepaskan dari tekanan musuh.
Bilangan 13:30 menulis bagaimana Musa mengutus 12 orang pengintai, dan mereka semua melihat situasi yang sama, tetapi mereka memberikan laporan yang berbeda.
Yang mengabarkan bahwa itu buruk adalah orang yang hanya memakai persepsi logika, tetapi Yosua dan Kaleb melihat dengan persepsi iman dan cara Tuhan melihat. "Ekspansi" selalu akan dilalui dengan cara yang baru. Tuhan akan menuntun kita dan memberikan kita hikmat dan pengertian, sebab Tuhan adalah sumber dari segala yang kita butuhkan.

4. Intervensi Supranatural TUHAN

Ayat 14-17 merupakan penyesuaian-penyesuaian secara rohani yang harus terlebih dahulu kita alami dan terjadi dalam hadirat Tuhan. Tuhan berbicara dalam hadiratNya dan memberikan arah yang harus kita lakukan.

5. Bersorak-Sorai Bagi TUHAN

Kita bukan hanya menyembah secara biasa, tetapi harus naik ke tingkat yang lebih lagi.
Kelima hal ini sangat kita butuhkan untuk mengalami solusi dalam kondisi-kondisi kita yang sukar. Dan inilah jalan untuk mengalami ekspansi di tahun ini, supaya nilai-nilai dan janji-janji Tuhan diwujudkan dalam hidup setiap kita. Amin


Taken from Ringkasan Khotbah GBI ROCK Center 15 Agt 2010
*Pdt. Abraham Agus Adisusanta, MPM*

Kamis, 19 Agustus 2010

Lukisan Yang Hancur

Suatu ketika, seorang pelukis ternama akan menyelesaikan sebuah lukisan. Lukisan tersebut adalah suatu lukisan yang luar biasa indah dan megah. Ia melakukan pekerjaannya tersebut di lantai atas yang terbuka di sebuah gedung kosong yang belum selesai dibangun.

Pelukis itu terpesona mengagumi lukisan 2x8 m yang di buatnya tersebut. Tanpa sadar dia melangkah beberapa langkah ke belakang. Ia terus berjalan mundur sampai satu langkah lagi dari sisi gedung yang tinggi dia akan terjatuh dan mati.

Saat itu,seorang pria pekerja bangunan tersebut melihat hal yang sedang terjadi dan berniat berteriak memperingatkan pelukis itu. Tapi dia sadar, bahwa apabila dia berteriak mungkin dia akan mengagetkan si pelukis tersebut dan membuatnya mundur dan terjatuh.

Pria tersebut lalu mengambil kuas dan cat, lalu mulai mengecat dan mencorat-coret lukisan yang indah tersebut sampai rusak total.

Melihat itu…………sang pelukis sangat marah!!

Dia lalu bergerak maju hendak memukul pria tersebut.
Akan tetapi, 2 orang pekerja lain yang ada disitu, menahan sang pelukis dan memperlihatkan kepadanya posisi terakhir pelukis tersebut yang hampir membuatnya terjatuh.

Kadang-kadang kita melukis masa depan kita dengan indah dan memimpikan hari-hari indah bersama dengan hal-hal yg kita senangi. Kemudian Tuhan terlihat menghancurkan lukisan indah kita itu karena Dia melihat bahaya yang datang menghampiri kita karenanya.

Kadang kita merasa jengkel dan marah dengan apa yang Tuhan lakukan. Tapi satu hal yang harus kita simpan dalam pikiran dan hatì kita bahwa “Tuhan melakukan itu semua karena dia mengasihi kita dan Dia menyediakan apa yang terbaik untuk kita".
Jbu All....


*Thanx to my brother Mike for share this note to me

Minggu, 15 Agustus 2010

New Identity

Tuhan adalah Bapa kita yang menjadi Sumber utama dari kehidupan kita. Jika bapa kita di bumi memiliki pengaruh yang sangat kuat bagi hidup anak-anaknya, demikian juga begitu pentingnya hubungan kita dengan Bapa di surga. Sebab ketika kita memiliki persekutuan yang intim dengan Bapa di surga, maka kita akan mengerti identitas kita secara benar, sehingga hidup kita sungguh-sungguh memiliki tujuan dan dapt menjadi maksimal, dan meninggalkan warisan yang bernilai bagi keluarga, masyarakat dan bangsa.

Waktu Bapa mengutus Yesus ke dalm dunia ini untuk mencari dan menyelamatkan mereka yang hilang, artinya Yesus sepenuhnya sedang melakukan misi Bapa-Nya, hingga sampai mati. Firman Tuhan mengatakan bahwa Yesus telah menjadi seperti Anak Domba yang disembelih. Karena ketaatan-Nya kepada Bapa, Yesus dibangkitkan dari kematian, sehingga Dia bukan lagi menjadi Anak Tunggal Bapa, melainkan Yang Sulung dari banyak saudara, yaitu anda dan saya. Pernyataan ini adalah berita Injil yang mengatakan, jikalau kita percaya dalam hati dan mengaku dengan mulut bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, maka kita akan menjadi anak-anak Allah yang mengalami kelahiran baru dari air dan Roh. Sehingga kita mendapat identitas yang baru dan memiliki hidup yang kekal.

Ia diutus untuk menebus mereka, yang takut kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru : "ya Abba, ya Bapa!" Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah. (Gal. 5:5-7)

Hari ini kita belajar dari kitab Galatia 4:5-7, supaya kita mengerti dengan jelas identitas kita di hadapan Bapa, dan bagaimana kita dapat memiliki hidup yang berkemenangan. Tujuan penebusan Kristus adalah; kita diangkat oleh Allah menjadi anak laki-laki dan perempuan milikNya. Bukan hanya sekedar supaya kita masuk surga, tetapi supaya kita menjadi serupa dengan Kristus. Inilah tujuan mengapa kita diciptakan oleh Tuhan.

Dikatakan di ayat 6-7, bahwa di dalam kita berdiam Roh Tuhan, Pencipta alam semesta ada di dalam kita, dan Dia telah menjadikan kita anak-anakNya. Hal itu berarti kita berhak menerima warisan, yaitu berkat Abraham menjadi berkat kita sekarang. Setiap orang yang menyerap hal ini maka hidupnya psti berubah, dan mampu keluar dari segala pergumulan dosa dan kelemahannya. Tetapi jika kita tidak mengerti identitas kita yang baru di dalam Kristus, maka kita akan menjadi orang Kristen yang lemah dan selalu dikalahkan.

Hati Bapa begitu rindu kepada kita, bahkan ketika kita masih tersesat di tengah dunia ini. Tuhan selalu memanggil dan membuka tanganNya untuk menyambut kita dan ketika kita menyambut tanganNya maka kita sekarang dapat memanggilNya "Ya Abba, ya Bapa".
"Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya. Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan. Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambarNya, dalam kemuliaan yang semakin besar" (2 Kor.3:16-18)
Penting sekali untuk kita melihat Tuhan dengan pengertian yang baru. Yaitu bahwa rohNya berada di dalam kita, sehingga kita menjadai serupa dengan Yesus dalam cara kita berpikir dan melihat dan merasakan.

Bagaimana itu bisa terjadi? Dengan membangun hubungan yang intim dengan Dia, datang kepadaNya bukan lagi sebagai hamba yang takut dan tidak percaya akan kebaikan Tuhan, tetapi sebagai anak yang dapat memandang wajah Bapa. Ketika kita memandang wajah Bapa maka kita akan mengerti betapa baiknya Dia, sehingga hubungan ini akan mengubah identitas kita menjadi serupa dengan Kristus. Amin.



Sumber : Ringkasan Khotbah GBI ROCK Center 8 Agst 2010
*Ev. Mark McClendon*

Senin, 09 Agustus 2010

From Crisis To Christlikeness

Ada banyak orang yang cenderung menghindari krisis. Namun kita harus melihat bahwa krisis adalah kesempatan untuk mengundang kehadiran mujizat. Ada tiga kondisi yang harus datang sebelum adanya revival. Ketiga kondisi itu adalah ketidakadilan, keadaan yang ketat/tekanan, dan kegelapan yang pekat. Tetapi janganlah takut ketika menghadapi krisis, sebab ada hasil akhir yang indah jika kita meresponi krisis secara benar. Ada empat langkah yang dilalui melewati krisis.

Krisis (Crisis)
Tuhan akan menjaga kita dan memberkati ketika kita mengalami krisis (Maz. 105:12-27). Abraham, Ishak, Yakub dan Yusuf adalah contoh orang-orang yang mengalami berkat melalui krisis. Abraham dan Ishak bahkan diberkati di tengah kelaparan (Kej. 12:10, 13:2, 26:1, 26:12). Yakub dibuat Tuhan berhasil ketika ditipu oleh Laban (Kej. 26:43). Yusuf dibangkitkan di atas saudara-saudaranya dan berkuasa atas seluruh Mesir ketika ada kelaparan yang dahsyat (Kej. 45:4-8).

Karakter (Character)
Karakter adalah wajah Kristus yang timbul dalam hidup kita, apabila kita berhasil menang atas krisis. Kehidupan Yusuf dan Musa adalah contoh yang kita pelajari hari ini sebagai 'Kingdom Leaders'. Keduanya mengalami penderitaan, ditolak dan akan dibunuh. Tetapi rencana Tuhan tidak pernah gagal.
Kalau hari ini kita mengalami keadaaan yang tertekan, itulah saat dimana kita menjadi orang yang memiliki karakter Kristus, yang tekun dan tahan uji. Dunia membutuhkan 'Kingdom Leaders' di tengah keadaan seperti ini karena kita akan mempunyai respon yang berbeda dalam menghadapi ujian.
Paulus mengetahui kunci ini, sehingga ia berkata dalam Roma 25:3-5; "Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita."

Karisma (Charisma)
Karisma adalah hasil kerja Roh Kudus, dan inilah yang membedakan seorang dengan yang lain. Roh Kudus memberikan karunia untuk kepentingan bersama jemaat (1 Kor 7:7).
Oleh sebab itu setiap orang harus mengingini karunia rohani dengan sunguh-sungguh. Karena Tuhan mau memakai setiap kita dan tiada yang mustahil bagi Dia. Temukan karuniamu, sebab Tuhan sedang membangkitkan para 'Kingdom Leaders' di dunia seperti Musa dan Yusuf.

Keserupaan Dengan Kristus (Christ-Likeness)
Keserupaan dengan Kristus harus menjadi hasil akhir (goal) kita. Hal ini bukan saja berbicara tentang bagaimana memiliki sifat Kristus, tetapi juga memiliki kuasa Kristus. Ketika Allah mengambil rupa sebagai Anak Manusia, Ia tidak maha hadir dan maha tahu. Karena itu Ia berkata; "hanya Bapa yang mengetahui kapan akhir zaman itu tiba". Tetapi pada waktu Yesus bangkit dan duduk di takhta Allah Bapa, maka Dia mengirimkan Roh Kudus yang Maha Hadir ke tengah-tengah kita. Sama seperti Yesus yang hadir di tengah-tengah kita, Yusuf juga menampakkan diri kepada saudara-saudaranya (Kej. 45:4-7). Kitapun juga harus melihat diri kita sebagai wakil (representative) dari Kerajaan Allah, sebab Tuhan sedang mengembalikan 'dominion' kepada kita. Seperti Yusuf menjadi bapa bagi Firaun.
Setiap kita dipanggil menjadi serupa dengan Kristus (Christ-likeness), oleh sebab itu kita wajib hidup sama seperti Kristus hidup, sekalipun kita berada di tengah krisis.

Janganlah takut menghadapi krisis, sebab setiap krisis selalu akan mendatangkan berkat bagi anak-anak Tuhan. Sebab Tuhan akan memberikan kita hasil jerih payah bangsa-bangsa (Maz.105:44); hikmat, pengetahuan, kesukaan serta hasil timbunan dari orang berdosa (Pengkh. 2:26).
Haleluya!


*Sumber: Ringkasan Khotbah GBI ROCK Center 1 Agt 2010*
Pdt. Ir.Timotius Arifin

Sabtu, 07 Agustus 2010

Footprints In The Sand

Note ini mungkin dah banyak yang tau, dah banyak yang pernah baca.
Aku juga dah pernah baca dulu, dan kira2 2 bulan yang lalu, aku pengen nyari lagi tapi belum pernah nemu yang komplitnya.
Dan tanpa sengaja, pas buka2 buku lama, ternyata ketemu juga.
Walupun dah lawas, aku yakin note ini gak pernah terlalu tua untuk selalu memberkati dan memberi kekuatan bagi kita semua.

One night, a man had a dream.
He dreamt he was walking along the beach with the LORD.
Across the sky flashed scenes from his life.
For each scene, he noticed two sets of footprints in the sand;
one belonged to him, and the other to the LORD.
When the last scene of his life flashed before him, he looked back at the footprints in the sand.
He noticed that many times along the path of his life, there was only one set of footprints.
He also noticed that it happened at the very lowest and saddest times in his life.
This really bothered him and he questioned the LORD about it.
"LORD, You said that once i decided to follow You, You'd walk with me all the way.
But i noticed that during the most troublesome times in my life, there was only one set of footprints.
I don't understand why, when i needed You most, You would leave me."
The LORD replied, "My precious, precious child, I love you and I would never leave you. During your times of trial and suffering, when you see only one set of footprints, it was then that I carried you".

Kamis, 05 Agustus 2010

To Be Blessed!!!!...

Postingan ini agak telat terbitnya. Tapi saya yakin gak pernah telat untuk memberkati anda dan saya.
Khotbah ini sangat memberkati saya. Rahasia yang dibukakan sangat besar, tapi sebenarnya sangat sederhana. Bila kita melakukannya dalam hidup kita, impact yang bisa kita dapatkan sangat lebih...lebih...lebih... dari besar....!!!! Jbu all...

KEHIDUPAN OBED EDOM

Ada rahasia besar di balik kehidupan Obed-Edom. Alkitab mengatakan bahwa hanya dalam kurun waktu tiga bulan sejak Tabut Allah berada di rumahnya, Obed Edom diberkati Allah luar biasa.
Sebelum berada di rumah Obed Edom, Tabut Allah pernah berada di rumah Abinadab selama 20 tahun (1 Samuel 7 : 1-2), namun Alkitab tidak mencatat bahwa Tuhan memberkati Abinadab.

Mengapa Allah memberkati Obed Edom secara luar biasa?

1. Menghormati Allah.
Obed Edom belajar dari Daud. Daud menyadari bahwa dalam kepemerintahan Saul, Tabut Allah tidak diindahkan sehingga berkat Allah tertutup (1 Taw 13 : 3). Kemenangan demi kemenangan diperoleh Daud ketika ia menghormati Allah.
Jadilah orang yang menghargai dan menghormati Tuhan. Karena berkat Tuhan turun ketika kita menghormatiNya. Berkat juga tidak ditentukan oleh berapa lama kita menjadi orang Kristen. Karena banyak orang Kristen yang hidup biasa-biasa tanpa menghormati Tuhan sehingga berkat dan mujizat Tuhan seolah-olah tertutup.

2. Lapang Hati (2 Samuel 6 :12).
Daud diberi tahu bahwa Allah sangat memberkati Obed Edom ketika Tabut Allah berada di rumahnya. Ketika Daud berkeinginan untuk memindahkan Tabut Allah dari rumahnya, Obed Edom tidak mempertahankan Tabut Allah sebagai haknya penuh walau ia diberkati secara luar biasa.
Kasusnya kira2 seperti ini. Anda diberikan suatu usaha restoran yang terlilit utang banyak dan hampir bangkrut. Anda pun menerimanya tanpa ada perjanjian atau ikatan apapun dan semua utang restoran tersebut otomatis menjadi tanggungan anda. Tapi karena kegigihan dan ketekunan anda, ternyata di bawah pengelolaan anda, restoran tersebut menjadi terkenal dan berkembang. Tiba2 pemiliknya yang lama datang dan meminta anda untuk mengembalikan restoran tersebut kepada anda. Kalo mau jujur secara manusiawi, kita pasti akan merasa sangat jengkel dan marah bila kita berada di posisi tersebut. Bahkan mungkin kita akan tetap berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankan restoran tersebut.
Seperti itulah posisi yang dialami Obed Edom. Dia tahu bahwa Uza disambar murka Allah karena menyentuh Tabut Allah tersebut walaupun maksud Uza sebenarnya untuk menjaga Tabut Allah tersebut agar tidak jatuh, namun dia tetap menerima Tabut Allah tersebut dipindahkan kerumahnya walau diapun beresiko mengalami hal yang sama seperti yang dialami Uza, dan dia benar2 menjaga dan menghormati Tabut Allah tersebut.
Apabila Obed Edom tidak mempunyai hati yang lapang, maka dia akan pahit hati sehingga melakukan apa yang salah dan tidak mendatangkan kasih karunia.

3. Lapar Dan Haus Akan Firman Tuhan (1 Taw 15 : 25)
Ketika tabut Allah dibawa ke kota Daud, Obed Edom tidak mau ketinggalan. Dia terus mengikuti pergerakan Tabut Allah kemanapun Tabut itu pergi. Tertulis dalam Matius 5 : 6, "Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, maka mereka akan dipuaskan".

4. Rendah Hati (1 Taw 16 : 5)
Obed Edom diberi kepercayaan Daud untuk menjaga pintu. Walau hanya tugas kecil, tapi Obed Edom melakukan tugasnya dengan sepenuh hati sehingga Daud melihat kesungguhan hatinya dan memberikannya kepercayaan yang lebih besar lagi. Ia tidak meremehkan tugas yang diberikan Daud walau ia mempunyai pengalaman memuji dan menyembah Tuhan langsung ketika Tabut Allah berada di dalam rumahnya. Ia melakukan tugas kecil yang dipercayakan kepadanya dengan rendah hati.
Alkitab mengatakan bahwa siapa yang setia dalam perkara kecil, akan diberi kepercayaan untuk melakukan perkara yang lebih besar lagi. Setialah dalam setiap perkara walaupun hal-hal yang kecil. Karena Tuhan bisa memberkati kita lewat hal itu.

5. Menurunkan Berkat Kepada Anak-Anaknya (1 Taw 26 : 6,8)
Anak-anak Obed Edom tercatat dalam sejarah menjadi orang-orang yang sukses seperti ayahnya. Hal ini dikarenakan Obed Edom menjadi orang tua yang menjadi teladan bagi anak-anaknya. Sehingga mereka meniru ayahnya dan berhasil menjadi orang yang sukses di masa itu.


Marilah kita belajar menghormati dan menghargai Tuhan. Sehingga tidak hanya mujizat dan penyertaanNya yang turun atas kita, tapi juga berkat2Nya sampai kepada anak cucu kita.
Amin



Sumber : Ringkasan Khotbah GBI ROCK Center, 25 Juli 2010
Pdt. Obaja Tanto Setiawan


Senin, 02 Agustus 2010

Matinya Si 'AKU'

Sebab “AKU TELAH MATI” oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah di salibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku……………. Galatia 2:19-20a


Kalau engkau di lupakan atau di abaikan orang atau kalau dgn sengaja org menyia2kan engkau atau pun engkau di remehkan, namun engkau tidak sakit hati/tersinggung walaupun engkau tidak di perhatikan;kebalikannya kalau hatimu bergembira karena engkau di anggap layak utk boleh menderita bagi Kristus,
ITULAH KEMAMPUAN UNTUK MEMBIARKAN SI “AKU” MATI.

Jikalau kebaikanmu di bicarakan seakan2 merupakan kejahatan, kalau perbuatanmu yang baik difitnahkan, kalau keinginanmu ditentang, dan kalau apa yang kau rindukan di halangi orang, kalau pendapat dan nasehatmu di anggap tidak penting, kalau pikiran dan usulmu di olok2; Namun engkau tidak membiarkan rasa amarah timbul dalam hatimu, bahkan engkau tidak membela diri, tetapi kalau semuanya itu engkau terima dengan penuh kesabaran, penuh pengasihan dan berdiam diri saja;
ITULAH TANDANYA MATINYA SI “AKU”

Jikalau engkau tahu menahan dengan penuh pengasihan dan kesabaran terhadap keadaan manapun yang kurang teratur atau kurang tertib atau pun waktu ada yang teledor dan terlambat atau kurang teliti; atau orang menjalankan hal yang dapat menjengkelkan; kalau engkau tetap bersabar bila orang yang di dekatmu menyia2kan waktu dan tenaga atau menjalankan hal2 yang tidak pada tempatnya dan yang keterlaluan; pun kalau sikap orang sangat tumpul terhadap hidup rohani dan sangat kurang peka terhadap dorongan rahmat Tuhan; jikalau engkau dapat menyabarkannya sama seperti Yesus sendiri telah menyabarkannya.
ITULAH TANDANYA MATINYA SI “AKU”

Kalau engkau terima baik macam makanan manapun, dan tidak bersungut mengenai kecilnya pemberian orang, dan mau terima baik corak pakaian apapun dan keadaan cuaca manapun dan lingkungan manapun dan kesepian manapun, Dan engkau tetap sabar kalau oleh kehendak Tuhan pekerjaanmu di putus-putuskan…….
ITULAH KEMAMPUAN UNTUK MEMBIARKAN SI “AKU” MATI

Kalau dalam pembicaraanmu tidak pernah engkau berusaha untuk tonjolkan dirimu sendiri atau mengalihkan perhatian orang pada dirimu, dan kalau tidak pernah cacat perbuatanmu sendiri yang baik, dan kalau kau tidak ingin di puji, dan kau sungguh senang kalau dirimu tidak di kenal………
ITULAH KEMAMPUAN UNTUK MEMBIARKAN MATINYA SI “AKU”

Waktu engkau melihat saudaramu mengalami kemujuran dan segala keperluan dia di penuhi, lalu kalau disitu dengan tulus ikhlas engkau dapat bersukacita bersama dan sehati dengan dia, dan engkau tidak merasa iri dan tidak berbantah dengan Tuhan tentang mengapa orang lain sudah di tolong sedangkan barangkali kebutuhanmu sendiri jauh lebih besar dan mendesak dan keadaanmu sendiri sudah hampir membuatmu putus asa;…..
ITULAH KEMAMPUAN UNTUK MEMBIARKAN SI “AKU” MATI

Kalau engkau tahu terima baik teguran dan hardikan dari seoarang yang lebih muda atau kedudukannya di anggap lebih rendah daripada dirimu, dan kalau disitu dengan rendah hati engkau dapat menyerahkan dan takluk pada kenyataan dalam hatimu maupun dalam ucapanmu tanpa pemberontakan dan rasa dendam dalam hatimu;………
ITULAH KEMAMPUAN UNTUK MEMBIARKAN SI “AKU” MATI


Berusahalah mematikan si Aku!!!!!!!!!!
Biarkan Tuhan yg hidup dalam kita.


Taken from 'Warta Bethany'

Mengenai Saya

just an ordinary person with limited power n ability ...but with my GOD...JESUS, i'll be an extraordinary....'coz He is The 'Unlimited GOD !!!!.... for Thy is the kingdom...n the power...n the glory.... Forever n ever.... Amen!!!!!

Cari Blog Ini