
Hari ke 3 di bulan Desember...
Bagi kebanyakan umat Kristiani, bulan ini adalah bulan yang paling ditunggu2 dalam setahun, karena saatnya Natal tiba!!!!... ;-))
Semarak kemeriahan Natal bahkan sudah mulai terasa sejak akhir November yang lalu.
Alunan lagu-lagu NAtal mulai terdengar dari rumah-rumah umat Kristiani, pusat-pusat perbelanjaan, radio-radio Kristen, bahkan radio umum pun sesekali memanjakan pendengarnya dengan alunan lagu Natal.
Pernak-pernik Natal mulai ramai di pajang di mall-mall. Bahkan diskon-diskon khusus sudah mulai ditawarkan di hampir semua toko.
Tokoh Santa Claus yang mulai ramai dijadikan sebagai daya tarik untuk menghibur para pengunjung mall,,, yang sebenarnya hanya mengaburkan tokoh sentral dari Natal itu sendiri yaitu Yesus Kristus.
Hampir di setiap rumah umat Kristiani, para anggota keluarga sudah mulai memikirkan semua persiapan yang harus dilakukan untuk perayaan Natal nanti. Mulai dari menyusun daftar belanja untuk kue-kue dan makanan yg akan disajikan nanti, baju dan sepatu baru yang akan dipakai saat ibadah perayaan Natal, serta hadiah yang akan diberikan untuk orang-orang tercinta, dll.
Memang tidak ada salahnya merayakan Natal dengan segala kemeriahan yang seperti biasanya dilakukan. Namun, apakah kita masih ingat dengan makna Natal yang sesungguhnya?
Saat saya masih duduk di bangku sekolah, masih dalam suasana perayaan Natal, seorang teman pernah mengajak saya menghadiri open house di rumah temannya.
Keluarga temannya tersebut bukan keluarga Kristen. Tidak ada satupun dari mereka yang mengaku Yesus sebagai Juruselamat mereka. Tapi, mereka juga ikut dalam kemeriahan merayakan Natal.
Di Jepang, Natal pun dirayakan dengan meriah, kegiatan tukar menukar kado, pernak pernik Natal, pohon Natal, sampai diorama bayi Yesus dalam palungan serta pohon cemara lengkap dengan hiasan Natal pun banyak menghiasi pusat perbelanjaan di sana.
Namun, hanya sedikit sekali orang Jepamg yang benar-benar tahu tentang makna Natal dan siapa Yesus sebenarnya.
Lalu, dengan fakta tersebut,,, apakah kita benar-benar adalah pengikut Yesus jika kita hanya melihat Natal dengan cara yang sama,,, sebatas acara perayaan, liburan dan waktu untuk berkumpul bersama, dll...?
Natal sebenarnya hanyalah suatu permulaan dari karya terbesar yang dilakukan Yesus dalam hidupNya, yaitu pengorbananNya di kayu salib demi untuk keselamatan anda dan saya.
Natal adalah bukti awal dari kasih-Nya pada kita. Sang Raja diatas segala Raja mau merendahkan diri untuk turun menjadi manusia bahkan rela menderita, disiksa dan dianiaya sampai mati di kayu salib demi anak-anak manusia yang sangat dikasihiNya.
Itulah makna Natal yang sesungguhnya.
Karena itu, di tengah hiruk pikuk kesibukan perayaan Natal yang kita persiapkan,,, ingatlah bahwa Natal sebenarnya adalah momentum yang penuh dengan kesederhanaan dan kerendah hatian yang diharapkan Tuhan selalu terpancar dalam kehidupan murid-muridNya.
Mari kita rayakan Natal ini sesuai dengan kehendakNya.
Jbu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar