Minggu, 25 Juli 2010

Menjadi Garam Dan Terang Dunia

Dalam khotbah Tuhan Yesus di bukit, Dia mengatakan bahwa kita adalah garam dan terang bagi dunia ini (Mat. 5 : 13-16). Apakah yang dimaksud Tuhan dengan perumpamaan tentang garam?

1. Garam berbicara tentang perjanjian

Dalam budaya timur tengah, jika 2 orang mengadakan perjanjian, maka mereka bersama-sama makan garam. Dalam kitab Imamat tertulis bahwa sewaktu membakar ukupan bagi Tuhan, maka harus ada garam (lambang perjanjian dan kekekalan). Jika kita memahami arti dari perjanjian, maka kita akan lebih mudah berjalan bersama Tuhan. Sebab tanpa Yesus yang menyerahkan nyawaNya bagi kita (membuat perjanjian dengan kita), maka kita tidak boleh menghadap Tuhan. Sebagai anak-anak perjanjian maka kita pasti hidup menurut aturan-aturan Tuhan dan tunduk dalam pimpinan Tuhan. Itulah yang akan membuat kita menerima hak kita sebagai anak-anak Kerajaan (sons of Christ' Kingdom).

2. Garam berbicara pemulihan (Imamat 16 : 17)

Harun adalah imam besar yang pertama dan seorang pemimpin yang luar biasa. Tetapi suatu hari ia harus melewati ujian. Dua anaknya, Nadab dan Abihu, mati karena mempersembahkan api asing di Bait Allah. Oleh sebab itu Harun tidak dapat masuk ke dalam ruang Maha Kudus, sebelum ia mendamaikan dirinya dan seluruh keluarganya serta seluruh bangsa Israel. Pemulihan ini harus merupakan inisiatif kita sendiri, dan bukan paksaan. Pemulihan dalam hidup kita bukanlah pilihan, tetapi perintah yang wajib kita lakukan baik secara vertikal dan horisontal, yang artinya pemulihan akan hubungan kita dengan Tuhan dan sesama.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan terhadap kehidupan 2 keluarga berbeda, yaitu keluarga Max Jukes dan Jonathan Edwards dari abad 18. Max Jukes bukan orang yang beriman dengan sungguh-sungguh, dan keturunannya hampr sebagian besar menjadi sampah masyarakat.
Hal yang berbeda ditemukan dalam kehidupan Jonathan Edwards, dimana suami istri ini merupakan pengikut Tuhan yang selalu taat beribadah. Keturunan mereka hampir sebagian besar menduduki posisi penting dalam agama dan pemerintahan. Banyak dari mereka yang hidupnya menjadi berkat bagi sesama.

Apa yang menjadi kuncinya? Mengalami pemulihan. Sebab tidak ada seorangpun yang tidak membutuhkan pemulihan Tuhan.

Pemulihan adalah suatu hal yang harus kita lakukan karena kita bertanggung jawab atas generasi di bawah kita di hadapan Tuhan. Banyak orang hanya mencari berkat dan berkat, tapi lupa mencari dan melakukan isi hati Tuhan.

"Orang yang merasa dirinya tidak terluka, sakit hati, berbeban berat, adalah orang-orang yang tidak bisa dipulihkan, karena mereka tidak merasa membutuhkan pertolongan Tuhan.
Sebaliknya, orang yang bisa mengalami pertolongan Tuhan adalah orang yang bisa menghargai kasih karunia Tuhan, walupun seringkali kita menganggap remeh kasih karunia Tuhan yang diberikan secara cuma-cuma kepada kita.

Kita harus sadar bahwa kasih karunia bukanlah suatu hal yang murahan. Karena terlalu mahal dan Tuhan tahu kita tidak akan pernah dapat membelinya, maka Tuhan memberikan kepada kita secara cuma-cuma dengan tubuh, darah dan nyawaNya sebagai tebusannya.

Jangan pernah keluar dari hadirat Tuhan sebelum mengalami pemulihan. Yakub tidak melepaskan Tuhan sebelum mengalami berkat Tuhan ketika ia bergulat dengan Malaikat Tuhan (Kej. 32 : 22-32).

Kita adalah kota di atas gunung. Kemanapun kita ditempatkan, kita harus menjadi terang dan garam, hidup penuh dengan integritas.

Apapun yang diberikan Tuhan kepada kita, semua bukan karena kemampuan kita, tapi hanya karena kasih karunia Tuhan saja.

Amin...



*Dikutip dari Ringkasan Khotbah GBI ROCK Center - Pdm. David Limanto
18 Juli 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

just an ordinary person with limited power n ability ...but with my GOD...JESUS, i'll be an extraordinary....'coz He is The 'Unlimited GOD !!!!.... for Thy is the kingdom...n the power...n the glory.... Forever n ever.... Amen!!!!!

Cari Blog Ini