Semalam saat sharing di persekutuan kelompok kami, salah seorang teman saya bercerita tentang kekesalan dia terhadap atasan di tempat dia bekerja.
Atasannya tergolong orang yang tidak sabaran dan sering mengungkapkan kemarahannya dengan cara-cara yang tidak mengenakkan hati.
Teman saya termasuk orang yang sabar. Sebelumnya, semua perlakuan atasannya tersebut selalu dia terima tanpa pernah membantah atau membela dirinya di depan atasannya. Semuanya hanya disimpan di dalam hatinya.
Singkat cerita, dalam suatu permasalahan, teman saya yang telah menyimpan kekesalannya selama beberapa waktu, telah menyiapkan skenario pembelaan diri untuk menyatakan bahwa dia tidak berhak untuk diperlakukan seperti yang sering dia terima.
Kalimat demi kalimat telah dia susun dan tinggal menunggu waktu, semuanya akan dia keluarkan bila atasannya kembali memarahi dia. Seperti bom yang siap diledakkan dan tinggal menunggu seseorang untuk menarik pemicunya.
Dan akhirnya pada satu momen dimana dia berpikir bahwa momen itulah saat yang tepat untuk meledakkan bomnya, ternyata keadaan yang dia hadapi justru berbalik arah. Atasannya, tanpa dia sangka tidak mengeluarkan kata-kata pedas dengan nada tinggi seperti yang biasanya dia lakukan, tapi sebaliknya kata-kata yang keluar justru tenang dengan nada yang lembut.
Mungkin anda juga sering menghadapi situasi demikian. Mungkin anda sering dipojokkan dan ditekan oleh orang-orang yang memiliki otoritas lebih tinggi di atas anda. Sampai pada satu saat anda berpikir bahwa anda harus melakukan perlawanan.
Dalam kitab Roma 13 : 1-5, dijelaskan tentang kepatuhan terhadap pemerintah. Pemerintah yang dimaksud bukan hanya pemerintah dalam suatu negara/bangsa, tetapi juga mengacu terhadap pimpinan kita di dalam suatu lingkungan kerja atau organisasi.
Dikatakan bahwa pemerintah adalah hamba untuk kebaikan kita. Untuk itu kita perlu menaklukkan diri dan patut memberi hormat kepada orang yang berhak menerima hormat (ayat 7).
Sahabat saya itu sebelumnya selalu belajar untuk bersabar dan menerima segala perkataan atasannya dan membawa semuanya dalam doa kepada Tuhan. Namun dengan segala keterbatasannya sebagai manusia, iapun sampai pada satu titik dimana batas kesabarannya hampir terlewati. Dan disaat itulah Tuhan bekerja dengan mengubah keadaan yang ada di depannya.
Ketahuilah bahwa Tuhan tidak pernah begitu saja membiarkan anak-anakNya jatuh dalam dosa.
Saat Ia membiarkan pencobaan/ujian hidup mengampiri kita, pencobaan itu pasti tidak akan pernah melampaui batas kemampuan kita. Asalkan kita tetap setia dan selalu membawa permasalahan kita kepada Dia.
Seperti yang tertulis dalam Roma 8 : 28, Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.
Semua hal yang terjadi dalam hidup kita semuanya terjadi atas kehendak Dia. Dan semua pencobaan yang terjadi adalah suatu ujian bagi kita untuk kita bisa lebih lagi bertumbuh bersama Tuhan.
Jadi tetap kuatkan iman dan selalu percaya bahwa Tuhan selalu berada bersama kita dalam setiap langkah kehidupan kita. Jangan pernah memberikan celah kepada iblis untuk merusak rencana Tuhan yang indah dalam hidup kita, 'coz we are 'Representative of Christ Kingdom'.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar